Foto/ilustrasi: https://pixabay.com/users/laterjay-1627906/

Melatih anak untuk mandiri adalah pekerjaan yang gampang-gampang sulit. Namun bagaimanapun juga hal itu sudah menjadi tanggungjawab orang tua agar anaknya bisa menjadi lebih baik dan berkembang sesuai dengan usianya.

Rasanya tidak mungkin bagi kita sebagai orang tua untuk selalu mengerjakan atau menolong anak ketika dia membutuhkan sesuatu. Selalu membantu tanpa memberikan dorongan kepada anak untuk mandiri sesuai dengan usianya dapat berdampak kurang baik bagi perkembangan mental anak tersebut.

Baca juga: Cara Efektif Untuk Melatih Sopan Santun Bagi Anak

Mendorong dan melatih anak untuk bisa mandiri akan membentuk rasa percaya diri dan tanggungjawab didalam diri si anak.
Lantas bagaimana cara yang ideal untuk melatih anak menjadi mandiri? Berikut adalah beberapa panduan yang bisa dijadikan referensi.

Buat Daftar Pekerjaan Yang Harus Dilakukan

Daftar ini berisi aktivitas-aktivitas apa saja yang harus dilakukan anak secara mandiri tanpa pertolongan dari orang tua. Atau dalam hal ini orang tua hanya sebagai pengamat yang hanya melihat tanpa ikut campur tangan.

Ajak anak berbicara kira-kira tugas atau aktivitas apa saja yang dia rasa mampu untuk melakukannya sendiri. Ketika dia ragu-ragu, ajari dengan baik dan biarkan mereka melakukannya didepan anda untuk memastikan.

Jangan beri tugas atau aktivitas yang dirasa mereka belum siap untuk melakukan tugas tersebut. Anak-anak biasanya dapat melakukan tugasnya dengan lebih baik apabila mereka tahu bahwa orang tuanya menginginkan dan percaya mereka bisa melakukannya.

Beri Waktu Yang Cukup Dan Jangan Berharap Hasil Yang Sempurna

Anak-anak umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan sebuah tugas apabila dibandingkan dengan orang dewasa. Jangan paksakan batasan waktu bagi mereka ketika melakukan tugas di rumah.

Misalkan di pagi hari mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk memakai baju sendiri maka sebaiknya mulailah aktivitas tersebut lebih pagi. Selanjutnya setelah terlatih dan terbiasa mereka akan dapat melakukannya dengan lebih cepat.

Terhadap hasil yang didapat, orang tua sebaiknya tidak mengharapkan hasil yang sempurna. Anak-anak masih dalam tahap perkembangan dan mengenali kemampuan motoriknya, sehingga kesalahan dan ketidakrapian pekerjaan adalah hal yang lumrah.

Ketika sebuah kesalahan terjadi, air tumpah ketika anak mencoba minum sendiri misalnya, sebaiknya tidak mengkritisi atau menegur mereka. Langkah terbaik adalah memberikan contoh langsung dan menjelaskan bahwa semua orang pasti pernah salah ketika belajar melakukan sesuatu untuk pertama kalinya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here