Foto/ilustrasi: https://unsplash.com/@mak_jp

Jika anda memiliki sebuah usaha perdagangan, toko kelontong misalnya, maka seharusnya anda kenal dengan istilah stock opname. Proses Stock Opname pada toko kelontong dilakukan sebagai mekanisme kontrol terhadap arus masuk dan keluar barang dagangan.

Dimana dalam proses ini akan dilakukan perhitungan stok secara fisik untuk dicocokkan dengan stok yang tercatat di dalam sistem. Meskipun mekanisme ini sangat penting bagi sebuah usaha perdagangan, namun banyak pengelola toko kelontong yang justru mengabaikan atau malah tidak tahu sama sekali.

Ada banyak manfaat dengan dilakukannya penghitungan persediaan secara berkala dan teratur. Manfaat utama adalah kita jadi mengetahui dan bisa memonitor arus barang dagangan yang masuk dan keluar toko.

Informasi yang diperoleh dari kegiatan menghitung jumlah persediaan ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah ada barang yang hilang atau tidak tercatat selama proses transaksi pada periode tersebut. Untuk selanjutnya bisa diambil tindakan terkait dengan temuan yang terjadi.

Baca juga: Hal Yang Harus Dilakukan Ketika Memulai Dan Mengelola Usaha

Manfaat lain dari stock opname bagi toko kelontong adalah bisa mengetahui kondisi persediaan barang dagangan secara riil. Kondisi persediaan barang yang ada itu baik atau rusak, sudah lewat kadaluwarsa atau belum. Barang tersebut masih up to date atau sudah ketinggalan zaman, dan sebagainya.

Selain itu semua, salah satu fungsi stock opname adalah untuk mengetahui nilai nominal atau nilai rupiah dari persediaan barang yang ada. Informasi nilai rupiah yang diperoleh dari aktivitas stock opname dibutuhkan untuk menghitung berapa Harga Pokok Penjualan (HPP) selama periode tersebut.

Stock Opname Adalah Bagian Penting Dari Pengelolaan Usaha Bisnis Retail Yang Tidak Boleh Diabaikan

Masalah klasik yang ditemui dalam melakukan stock opname adalah banyaknya item barang yang harus didata dan dihitung. Kendala banyaknya item barang dan lamanya waktu dalam melakukan pendataan untuk proses penghitungan persediaan barang dagangan sebenarnya bisa dikompromikan dengan tidak melakukan stock opname terlalu sering.

Jika terasa berat dilakukan satu bulan sekali (meskipun secara umum inilah jangka waktu ideal untuk stock opname), lakukan dua bulan sekali atau tiga bulan sekali. Tapi tetap harus dilakukan. Sehingga bagi anda yang melakukan usaha seorang diri tidak merasa keberatan melakukannya.

Baca juga: Pelanggan Malas Dan Cara Toko Kelontong Mengantisipasinya

Rasanya aneh jika kita tidak pernah menengok dan “say hello” kepada barang persediaan dagangan yang ada di toko atau usaha kita. Padahal usaha kita sangat tergantung dengan kondisi barang-barang tersebut.

Jadi, sebelum terlambat, lakukan stock opname secara periodik untuk usaha anda. Terutama jika uisaha yang anda jalankan berbentuk retail atau perdagangan.

Tidak harus sebulan sekali jika anda kesulitan tenaga dan waktu, dua atau tiga bulan sekali juga boleh. Yang penting kondisi barang dagangan anda selalu terkontrol sehingga anda akan dengan mudah mengetahui kondisinya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here