Foto/ilustrasi: https://unsplash.com/@khachiksimonian

Tidak peduli betapa hebatnya model bisnis wirausaha anda, betapa menguntungkan, dan betapa banyak investor yang tertarik mendukung usaha anda, usaha anda tidak akan bertahan jika anda tidak mampu mengelola arus kas dengan baik.

Salah satu penyebab utama kegagalan bisnis startup dan usaha kecil menengah adalah karena ketidakmampuan mengelola arus kas usaha dengan baik dan benar.

Sebuah studi oleh lembaga perbankan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen kegagalan tersebut disebabkan oleh faktor ini.

Baca juga: Hal Yang Harus Dilakukan Ketika Memulai Dan Mengelola Usaha

Berikut ini adalah beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dalam pengelolaan arus kas bisnis startup dan usaha kecil menengah.

Memperkirakan Nilai Penjualan Di Masa Depan Terlalu Tinggi

Kemauan yang keras dan optimisme yang tinggi merupakan kuci sukses seorang entrepreneur dalam menjalankan wirausaha. Namun meskipun optimisme tinggi itu penting bagi pemilik usaha, jangan sampai hal tersebut merusak obyektifitas anda dalam mengambil keputusan karena sangat beresiko terhadap arus kas perusahaan.

Itulah mengapa sangat penting menetapkan target penjualan yang obyektif dan realistis berdasarkan data dan angka yang sudah ada sebelumnya. Data dan angka penjualan sebelumnya bersama dengan intuisi yang obyektif bisa digunakan untuk memperkirakan dan membuat target penjualan yang masuk akal di masa depan.

Memperkirakan pendapatan penjualan di masa depan bisa jadi cukup sulit dilakukan, terutama jika usaha atau bisnis startup anda masih baru dan tidak ada data dan angka penjualan masa lalu yang bisa dijadikan acuan. Untuk itu, menemukan dan bekerjasama dengan seorang mentor yang berpengalaman di bidang bisnis yang anda lakukan akan sangat membantu.

Seorang mentor yang baik akan membantu memberikan gambaran sesuai dengan pengalamannya dan membantu anda melakukan perkiraan besarnya volume penjualan di masa depan.

Apapun metode perkiraan yang anda lakukan, pastikan anda membuat ekspektasi penjualan yang obyektif dan masuk akal. Perilaku ini akan menghindarkan anda dari pengeluaran besar yang sia-sia karena mengejar target penjualan yang tidak masuk akal dan tidak mungkin terwujud.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here