buku cerita dongeng

Jangan Hanya Sekedar Membacakan Buku Cerita Dongeng Karena Hasilnya Bisa Sangat Berbeda

Membacakan buku cerita dongeng menjelang tidur adalah salah satu aktivitas yang pasti pernah dilakukan oleh orang tua. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa aktivitas membacakan cerita menjelang tidur malam adalah baik untuk perkembangan kecerdasan anak. Ketika mendengarkan ayah atau ibunya membacakan cerita, sang anak belajar banyak tentang kosa kata, cerita, dan memahami pesan moral yang terkandung dalam cerita tersebut.

Membacakan cerita dongeng menjelang tidur tampaknya adalah hal yang tidak terlalu sulit dilakukan, namun ternyata banyak orang tua yang tidak mampu mengoptimalkan momen tersebut. Beberapa kesalahan sering dilakukan oleh orang tua ketika membacakan cerita dongeng menjelang tidur sehingga hasil yang dicapai menjadi kurang maksimal.

Kesalahan-kesalahan apa yang sebaiknya dihindari ketika membacakan cerita untuk anak pada saat menjelang tidur? Berikut diantaranya.

Mengabaikan Pre-Reading
Memberikan gambaran awal tentang cerita kepada anak adalah stimulan yang baik untuk merangsang kemampuan anak untuk berimajinasi. Pancing anak dengan pertanyaan “Kira-kira si Bona bisa menemukan mainan miliknya atau tidak?” atau “Bagaimana nasib si Kancil nanti?”. Masa persiapan membaca ini akan membantu anak untuk memahami jalan cerita, mengembangkan imajinasi, dan meningkatkan kreativitas mereka.

Baca juga: Sempatkan Untuk Membacakan Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur

Mengabaikan masa persiapan membaca atau pre-reading berarti anda melewatkan kesempatan yang baik untuk membentuk dan mengasah kemampuan anak untuk berimajinasi dan berfikir kreatif.

buku cerita dongeng

Momen Membacakan Buku Cerita Dongeng Menjelang Tidur Adalah Salah Satu Saat Yang Tepat Untuk Membentuk Karakter Anak

Mengabaikan Ilustrasi Buku
Banyak orang tua yang hanya fokus membacakan cerita dengan pertimbangan agar cerita yang dibacakan akan lebih cepat selesai. Sementara yang sering terjadi adalah anak lebih fokus kepada gambar ilustrasi yang menjadi pelengkap cerita tersebut. Hal ini lumrah karena ketika anak-anak belum bisa membaca atau bahkan belum mengenal huruf, mereka pasti akan lebih tertarik dengan gambar. Terutama jika gambar ilustrasinya menarik dan penuh warna-warni.

Jika demikian maka alihkan fokus anda pada gambar ilustrasi yang ada dan ajak si kecil untuk “membaca gambar” tersebut bersama-sama sehingga dia menjadi lebih mudah menangkap isi cerita.

Tidak Menanyakan Pendapat Anak Tentang Cerita Yang Dibacakan
Ketika cerita atau dongeng telah selesai dibacakan maka bukan berarti sudah selesai dan anak harus segera tidur. Sebaiknya orang tua berbincang sejenak membahas cerita yang baru saja dibaca. Tanyakan kepada si kecil apakah dia suka atau bagaimana perasaan dia setelah mendengar ceritanya. Apakah dia memahami alur cerita, bahkan mungkin bisa ditanyakan siapa tokoh yang disuka dalam cerita tersebut.

Baca juga: Cara Mengenalkan Uang Pada Anak Usia Dini Yang Perlu Diketahui

Obrolan singkat dan pertanyaan-pertanyaan seputar cerita yang dibacakan dapat membantu anak dalam mengolah emosi mereka. Ini adalah momen yang tepat bagi orang tua untuk membentuk dan mengarahkan sikap dan emosi anak terhadap kejadian atau situasi tertentu di sekitarnya.

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here