kesehatan finansial sebuah bisnis

Mengukur Kesehatan Sebuah Usaha Ternyata Tidak Sulit Untuk Dilakukan

Semua pelaku wirausaha pasti ingin bisnis atau usaha yang dikelolanya selalu berada dalam kondisi yang sehat secara finansial. Karena sebuah bisnis yang sehat secara finansial pasti akan dapat bertahan ditengah persaingan yang sengit dan akan selalu memberikan keuntungan bagi pengelolanya. Meskipun demikian masih banyak pengelola usaha yang belum mengetahui instrumen apa saja yang bisa digunakan untuk mengukur tingkat kesehatan sebuah usaha.

Jadi seberapa sehat usaha atau bisnis anda saat ini? Sebuah pertanyaan sederhana yang mungkin tidak mudah untuk dijawab apabila kita tidak memahami cara mengukurnya.

Secara sederhana, ada beberapa indikator berupa rasio keuangan yang bisa digunakan sebagai dasar penilaian terhadap kesehatan finansial sebuah usaha. Rasio-rasio keuangan tersebut antara lain adalah rasio lancar (current ratio), rasio hutang (total debt ratio), dan margin laba (profit margin).

Dengan mengetahui nilai rasio-rasio tersebut, pemilik atau pengelola usaha dapat memonitor kondisi finansial dari usaha. Selain itu juga untuk mendiagnosa potensi-potensi masalah yang akan timbul dan melihat perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu.

Selain berguna bagi anda sebagai pemilik atau pengelola usaha rasio-rasio ini sering digunakan oleh bank atau lembaga pemberi pinjaman sebagai dasar penilaian dan analisa. Mereka akan membandingkan nilai rasio dari perusahaan anda dengan perusahaan lain yang sejenis sebelum mereka menyetujui atau menolak memberikan pinjaman.

Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio lancar merupakan alat yang ampuh untuk mengetahui apakah sebuah usaha memiliki sumber daya yang cukup untuk membayar semua biaya atau beban usaha selama 12 bulan kedepan.
Rasio lancar dapat dihitung dengan menggunakan formula:
[ Rasio Lancar = Total Aktiva Lancar ÷ Total Hutang Lancar ]

Aktiva atau aset lancar adalah jenis aset yang dapat digunakan dalam jangka pendek, biasanya satu tahun. Contoh aset lancar antara lain adalah kas, piutang, investasi jangka pendek, persediaan, dan beban dibayar di muka. Sedangkan yang dimaksud dengan hutang lancar adalah hutang atau kewajiban yang memiliki jatuh tempo dibawah 1 tahun.

Jika nilai rasio lancar > 1 maka secara umum usaha anda dalam kondisi baik. Sebaliknya, jika nilai rasio lancar sebuah perusahaan < 1 maka bisa diartikan bahwa usaha tersebut tidak memiliki sumber daya yang mencukupi untuk menutup atau membayar semua biaya selama 12 bulan kedepan.

Baca juga: Memberi Gaji Diri Sendiri Meskipun Sebagai Pemilik Usaha

Hal lain yang juga penting diperhatikan adalah jika nilai rasio lancar terlalu tinggi dan meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini mengindikasikan ada kemungkinan terdapat masalah dalam penagihan piutang atau perusahaan terlalu banyak menyimpan persediaan barang dagangan. Hal yang sering dialami oleh warung atau toko kelontong.

kesehatan finansial sebuah bisnis

Mengetahui Kondisi Kesehatan Usaha Mutlak Dibutuhkan Meskipun Usaha Anda Hanya Berupa Toko Kelontong

Rasio Hutang (Total Debt Ratio)
Rasio hutang biasanya digunakan untuk menilai kemampuan jangka panjang suatu perusahaan dalam mengelola sumber dana miliknya.
Rasio hutang dapat dihitung dengan menggunakan formula:
[ Rasio Hutang = Total Hutang ÷ Total Aktiva ]

Sebuah usaha dianggap sehat apabila memiliki rasio hutang jauh < 1. Perusahaan dengan nilai rasio hutang yang tinggi (mendekati 1) akan berbahaya karena memiliki resiko besar mengalami kebangkrutan. Umumnya bank atau lembaga pemberi pinjaman sangat tertarik memperhatikan rasio ini.

Rasio hutang yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut tidak mampu mengelola hutang usaha dengan baik.

Margin Laba (Profit Margin)
Rasio ini digunakan untuk mengetahui berapa persen margin laba dari total penjualan yang dilakukan oleh perusahaan.
Margin laba bisa dihitung dengan menggunakan formula:
[ Margin Laba = Laba Bersih ÷ Total Penjualan ]

Secara umum, semakin besar rasio atau margin laba yang diperoleh maka semakin baik kinerja perusahaan. Margin laba sangat ideal digunakan untuk memonitor dan membandingkan performa perusahaan dari waktu ke waktu.

Jika margin laba mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, maka hal tersebut bisa dijadikan acuan bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi. Penurunan margin laba bisa jadi akibat biaya produksi langsung yang meningkat atau biaya operasional perusahaan yang naik atau kombinasi keduanya.

Baca juga: Tips Menciptakan Toko Kelontong Yang Oke Di Mata Pelanggan

Masih banyak rasio atau instrumen finansial lain yang bisa digunakan untuk menilai kondisi kesehatan sebuah usaha. Tapi dengan menggunakan tiga rasio tersebut diatas rasanya sudah cukup layak untuk menilai kesehtan usaha yang sedang anda kelola.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here