memberi gaji diri sendiri

Memberi Gaji Diri Sendiri Adalah Perlu Meskipun Anda Adalah Pemilik Usaha Tersebut

Seberapa perlu sebenarnya untuk memberi gaji diri sendiri? Bukannya toko atau usaha ini milik sendiri, bukan milik orang lain? Bukannya semua keuntungan nantinya juga kembali lagi kepada saya sebagai pemilik yang merangkap sebagai pengelola? Mungkin itu beberapa pertanyaan yang muncul di benak kita sebagai pemilik merangkap pengelola sebuah toko atau usaha pribadi lainnya.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa hampir semua pemilik usaha kecil umumnya juga merangkap sebagai pengelola sehari-hari. Melakukan hampir semua kegiatan manajerial dan operasional mulai dari mempersiapkan bahan baku, mengolah, menjual, bahkan mempromosikan kepada calon pelanggan.
Semua dilakukan oleh pemilik usaha yang bersangkutan. Namun hampir seluruh pengusaha kecil terutama dalam skala home industri mengabaikan kontribusi pribadi dalam mengelola usahanya. Yang mana seharusnya kontribusi tersebut dinilai secara nominal yang dapat diwujudkan dalam bentuk honor atau gaji sebagai pengelola.

Dari sudut pandang akuntansi atau pencatatan keuangan, mengalokasikan biaya gaji kepada diri sendiri sebagai pemilik merangkap pengelola usaha sangat berbeda konteksnya dengan mengambil sebagian keuntungan usaha untuk kepentingan pribadi. Meskipun jumlah nominal uang yang diambil jumlahnya sama. Uang perusahaan yang keluar sebagai gaji pengelola dianggap sebagai biaya dan bisa diperhitungkan terhadap hitungan laba-rugi perusahaan. Sementara mengambil sebagian keuntungan untuk kepentingan pribadi atau prive secara akuntansi akan mengurangi besarnya modal disetor pada neraca perusahaan.

Baca juga: Tips Menciptakan Toko Kelontong Yang Oke Di Mata Pelanggan

Memberikan nominal gaji atau memberi gaji diri sendiri sebagai pengelola usaha akan sangat membantu menentukan harga jual barang dagangan yang lebih tepat. Sebagai contoh jika usahanya berupa manufaktur dan pemilik usaha terlibat langsung dalam proses produksi maka biaya tenaga kerja langsung akan lebih teridentifikasi.

memberi gaji diri sendiri

Dengan Memberi Gaji Diri Sendiri Maka Penentuan Harga Jual Produk Akan Lebih Tepat

Jika mengetahui semua komponen biaya yang seharusnya dibebankan maka pengusaha akan lebih mudah menentukan harga jual produknya. Penentuan harga jual produk yang lebih baik tentunya lebih menguntungkan bagi pemilik usaha yang pada akhirnya perhitungan terhadap laba-rugi usaha menjadi lebih tepat dan terukur.

Seberapa besar kita bisa memberi gaji diri sendiri dalam usaha yang kita kelola?
Tidak ada ukuran atau patokan yang pasti untuk hal ini. Namun kita bisa mengukur berapa kita seharusnya dibayar dengan mengandaikan jika kita bekerja di tempat lain, berapa bayaran yang kita terima. Tentunya dengan tingkat pekerjaan yang sama dengan yang kita lakukan di tempat usaha sendiri. Atau bisa juga dengan patokan Upah Minimum Regional yang berlaku di daerah usaha kita.
Jangan sampai kita hanya memiliki dan mengelola sebuah toko kelontong kecil kemudian memberi gaji diri sendiri sebesar 5 juta rupiah per bulan. Atau jauh lebih besar dari laba yang dihasilkan.
Menggaji diri sendiri juga akan menekan kemungkinan terjadinya prive yang berlebihan pada dana pribadi yang sudah kita setor sebagai modal usaha. Dengan demikian laba usaha yang terkumpul bisa diinvestasikan kembali sehingga usaha menjadi lebih berkembang.

Baca juga: Barang Dagangan Toko Kelontong Yang Wajib Ada

Selain itu, keputusan untuk menggaji diri sendiri bisa menjadi semacam motivasi positif untuk lebih memajukan usaha. Jika kita ingin digaji lebih besar tentunya usaha yang dilakukan harus lebih keras dibandingkan sebelumnya. Laba harus lebih besar agar kita bisa menggaji diri kita lebih besar.

Nah, jika anda adalah pemilik usaha sendiri, sudahkah anda menggaji diri sendiri?

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here