penyakit diare

Jangan Pernah Meremehkan Penyakit Diare

Penyakit diare dan musim hujan mempunyai hubungan yang cukup akrab, dimana ketika musim hujan mulai datang maka penyakit ini akan lebih banyak menyerang. Sering disebabkan oleh karena kurang bisa menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Dan ditambah dengan kondisi disaat musim hujan memberikan peluang bagi kuman penyebabnya mudah berkembang dan masuk kedalam tubuh.

Diare adalah suatu kondisi ketika gerak peristaltik usus lebih cepat dari biasanya. Sehingga pengeluaran buang air besar lebih encer dan frekuensinya lebih banyak. Penyakit diare biasanya bukan suatu penyakit yang berbahaya kecuali jika mengakibatkan dehidrasi serius dan pada akhirnya terjadi syok hipovolemik (dropnya tubuh karena kekurangan cairan).

Penyebab Dan Gejala Diare
Ada banyak hal yang menjadi penyebab timbulnya penyakit diare Keracunan makanan, adanya infeksi kuman, stress pikiran, dan banyak faktor lain. Penyakit ini biasanya sembuh sendiri karena sebenarnya diare sendiri adalah mekanisme tubuh untuk membuang racun dan kuman yang ada di usus.

Pada anak kecil, penyebab diare terbanyak adalah karena virus sehingga memang dapat sembuh dengan sendirinya. Tapi yang perlu diwaspadai adalah terkait dengan banyaknya cairan tubuh yang terbuang. Sehingga pasien harus minum banyak cairan dan obat anti-diare apabila penyakit ini sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Alergi Makanan Dan Cara Pencegahan Mandiri Untuk Hal Tersebut

Hal lain yang perlu diwaspadai juga adalah jika penyakit diare berkepanjangan lebih dari 2 minggu. Hal ini adalah gejala kemungkinan ada penyakit lainnya yang mendasari. Misalnya infeksi, penyakit iritasi usus, pankreatitis, kanker usus, atau penurunan kondisi kekebalan tubuh misalnya pada pasien HIV/AIDS.

penyakit diare

Memahami Gejala Penyakit Diare Dengan Baik Akan Sangat Membantu Proses Penanganannya

Gejala-gejala yang perlu diwaspadai adalah munculnya tanda dehidrasi seperti urine kental dan kuning Frekuensi berkemih kurang dari 4 kali per hari, demam, mata cekung, kulit kering. Pada anak-anak ciri dehidrasi biasanya adalah menangis tetapi tidak keluar air mata, anak rewel (pada dehidrasi sedang) atau justru lemas (pada anak dehidrasi berat). Gejala lainnya adalah ingin banyak minum (pada dehidrasi sedang) atau bahkan malah malas minum (pada dehidrasi berat).

Pengobatan
Penyakit pencernaan ini biasanya hilang pada sendiri dalam waktu 48 jam yang tanpa obat. Hal yang paling penting yang dapat dilakukan adalah untuk tetap terhidrasi. Sementara diare berjalan saja apa adanya dan menghindari makanan yang akan membuat diare menjadi lebih banyak seperti makan-makanan pedas dan makanan yang berserat.

Dehidrasi yang ditimbulkan bisa diatasi dengan oralit atau banyak minum air putih dalam jumlah banyak. Jika diikuti mual dan muntah, minuman tentu tidak dapat masuk, padahal asupan air (hidrasi) sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Maka, segera berobat ke dokter agar diberikan cairan intravena (infus).
Selain itu terdapat beberapa jenis obat yang bisa dikonsumsi, antara lain obat untuk mengikat air sehingga tinja lebih padat. Seperti obat attalpulgit, obat untuk menghentikan peristaltik usus seperti papaverin atau antiparasimpatik. Atau dengan antibiotik atau antiparasit ketika didapatkan hasil pemeriksaan tinja berupa adanya infeksi bakteri atau infeksi parasit seperti amoeba.

Baca juga: Beberapa Cara Menghilangkan Mabuk Perjalanan Secara Alami

Meskipun pada dasarnya penyakit diare bukan sebuah penyakit yang berbahaya namun tetap harus diwaspadai dan segera diantisipasi dengan tepat, karena dampak dehidrasi yang ditimbulkan bisa menimbulkan akibat yang fatal.

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here